Roman Abramovich (Chelsea) VS Sheikh Mansour (Manchester City)

Big Match antara Manchester City dan Chelsea baru akan berlangsung pada hari Minggu malam 16 Agustus WIB, tapi panasnya pertandingan antara juara bertahan dan peringkat 2 musim lalu mulai terasa di berbagai media. Biarlah para pengamat yang melakukan analisa pertandingan nanti, saya akan membahas perbandingan antara pemilik kedua klub tersebut, Sheikh Mansour dan Roman Abramovich.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa klub-klub besar penghuni Liga Inggris dimiliki oleh perusahaan atau pengusaha dari luar Inggris. Sepak bola negeri Ratu Elizabeth tersebut sudah menjadi sebuah industri internasional, yang terkadang masyarakat Inggris sendiri jadi terpinggirkan dari bisnis multitriliunan itu.
Roman Abramovich lebih dulu nyemplung di dunia sepak bola Inggris, pengusaha minyak asal Rusia tersebut membeli kepemilikan Chelsea sejak tahun 2003 dari Ken Bates yang kemudian membeli klub lainnya yaitu Leeds United. Chelsea melakukan terobosan besar semenjak kedatangan Abramovich, kucuran dana besar memungkinkan Chelsea membeli pemain-pemain mahal serta pelatih internasional, adalah Jose Mourinho, pelatih F.C Porto yang dipilih Chelsea paska pembelian ini. Efeknya langsung terasa, tahun pertama setelah kepemilikan Abramovich, Chelsea menduduki peringkat ke-2 liga di bawah Arsenal di bawah pelatih Claudio Ranieri, di tahun berikutnya yaitu musim 2004-2005, berhasil menjadi juara semenjak 50 tahun. Sheik Mansour melakukan pembelian Manchester City di bulan September 2008, 5 tahun setelah Abramovich. Mansour juga menggelontorkan poundsterling yang banyak untuk memperkuat team, merekrut Roberto Mancini sebagai pelatih dan melakukan pembelian beberapa pemain mahal, beberapa diantaranya memecahkan rekor pembelian. Bahkan City sempat menawar Criatiano Ronaldo untuk bergabung, walau akhirnya ditolak mentah-mentah. Adalah Robinho pemain termahal pertama yang dibeli City. Tidak secepat Chelsea, efek pembelian Mansour baru terasa pada tahun ke-4 (musim kompetisi 2011-2012) City berhasil menjuarai BPL dengan “mencuri” kemenangan dari Manchester United di menit-menit akhir pertandingan melawan QPR. Kemenangan City setelah 44 tahun, penantian yang cukup lama, tapi tidak selama Chelsea tentunya.
Abramovich lahir di tahun 1966 (49 tahun) sedangkan Sheikh Mansour lahir pada tahun 1970, 4 tahun lebih muda. Keduanya adalah multimiliuner, seorang pengusaha sekaligus politikus. Kekayaan Abramovic diperkirakan mencapai 9.1 Miliar Dollar (USD) sedangkan Mansour “hanya” memiliki 4,9 Miliar Dollar di tahun 2015 ini. Kesukaan Abramovich pada sepak bola sudah diketahui publik, dia bahkan sering terlihat menonton pertandingan Chelsea langsung di stadion, sedangkan Mansour memiliki ketertarikan pada berbagai cabang olah raga, selain sepak bola, dia memiliki klub bola voli, bola tangan dan bola basket. Mansour juga memiliki ketertarikan pada olah otomotif dan berkuda. Berbeda dengan Abramovich, Mansour jarang terlihat hadir di Etihad Stadium, tangan kanannya, Khaldoon Al Mubarak yang ditunjuk sebagai Ketua Klub yang lebih sering hadir di Manchester, hal yang harus dimaklum mengingat Mansour adalah salah satu menteri di Uni Emirat Arab.
Menurut majalah Forbes, Abramovich adalah orang terkaya nomor 12 di Rusia dan menjadi orang terkaya nomor 137 di dunia, sedangkan nilai kekayaan sesungguhnya dari Mansour agak sulit diketahui mengingat keluarga kerajaan lebih tertutup dalam hal jumlah kekayaan. Mereka sama-sama memiliki bisnis dalam bidang perminyakan, selain itu Abramovich memiliki perusahaan investasi ternama yaitu Millhouse LLC. Mansour dikenal dalam bisnis properti dan pengembangan kota, hal yang dibawanya ke kota Manchester. Selain itu tentu dia adalah salah satu pemilik maskapai penerbangan Etihad Airways.
Kepedulian dua tokoh ini pada dunia sepak bola cukup banyak, terlepas dari motif bisnis atau memang atas kesadaran pribadi atau hobi. Abramovich pernah memiliki hubungan sponsorship dengan CSKA Moscow dari tahun 2004 selama 3 tahun melakui perusahaan Sibneft, meski hal tersebut banyak ditengarai sebagai cara untuk memperlihatkan nasionalisme, setelah melakukan pembelian Chelsea. Tapi peraturan UEFA yang tidak memperbolehkan kepemilikan lebih dari satu klub di bawah organisasinya untuk menghindari konflik kepentingan, Abramovich  sempat diinvestigasi, namun terbukti tidak bersalah. Selain itu Abramovich sempat menjadi orang yang mengusahakan Guus Hiddink menjadi pelatih untuk timnas Rusia. Selain itu dia mempunyai sebuah yayasan untuk pengembangan bibit sepak bola di Rusia melalui Akademi Sepak Bola Nasional. Dia juga membangun 50 lapangan bola di seluruh wilayah Rusia dan membawa pelatih dan pemain untuk belajar di seluruh Eropa.

Sheikh Mansour memiliki Al Jazira Sport Company dan merupakan tokoh dibalik suksesnya Abu Dhabi terpilih sebagai tuan rumah FIFA Club World Cup 2009 dan 2010. Visi bisnisnya diterapkan dalam dunia sepak bola melalui City Football Group yang merupakan group yang membawahi beberapa klub sepak bola di seluruh dunia, terdiri dari Manchester City di Inggris, kemudian pendirian klub baru New York City F.C di Amerika Serikat, Pembelian saham Melbourne City di Australia dan kepemilikan saham di Yokohama F. Marinos, klub asal Jepang. Selain itu Satu klub sepak bola wanita, Manchester City Woman F.C (MCWC) dibentuk dari tahun 2013. Group ini memungkinkan CFG memiliki sponsorship global dari berbagai brand atau produk, contohnya Nissan, perusahaan otomotif Jepang yang menjadi sponsor utama Yokohama F. Marinos dan menjadi co-sponsor MCWC dan official transport partner Manchester City. Selain itu klub-klub tadi menjadi saluran utama untuk anak-anak muda yang bergabung dalam City Football Academy, sebuah program akademi yang mengagumkan dan digadang-gadang bakal menjadi akademi sepak bola terbaik setelah F.C Barcelona.
Untuk urusan popularitas, Abramovich jelas lebih dikenal, sosoknya yang sering muncul di televisi dan berita sudah familiar untuk masyarakat pencinta bola. Yang jelas kedua orang ini akan dikenang dalam perkembangan dunia sepak bola dunia sebagai bagian dari satu chapter persaingan dua klub raksasa Inggris.
Akhir pekan ini siapa dari kedua orang tersebut yang tersenyum dalam kemenangan? kita lihat saja nanti.
(Eggaip)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s