Siang Adalah Tamu

“Malam datang, lampu-lampu dinyalakan”, kalimat romantis yang sudah beberapa kali saya dengar. Nyala lampu-lampu memang membius, kadang mendatangkan perasaan menggelitik, entah senang entah galau. Advertisements

Tangga Menuju Rumah Impian

Kemarin sore mengunjungi sebuah megastore perlengkapan rumah terkenal asal Swedia bersama keluarga. Sudah agak basi sih, sementara yang lain sudah berbondong-bondong ke sana semenjak pembukaan. Sempat hype dan jadi viral, karena untuk beberapa kalangan terutama yang berhubungan langsung dengan dunia interior & desain, nama brand tersebut – sebutlah namanya Ikea – sudah sangat familiar dari…

Lima Sekantor: Bagian 1

Lima Sekantor: Prakata Januari 2015 “Hey Cin, udah liat timeline fesbuk si Efa belom?” Tika setengah berteriak antusias saat masuk cafe, setengah pengunjung tertarik perhatiannya, tapi beberapa detik kemudian kembali normal setelah tahu siapa yang datang. “Heh berisik!” celetukan dari meja ujung. Tika merespon “iih kalo mau sepi sono ke rumah sakit!”, serentak ruangan cafe…

Lima Sekantor: Prakata

Sudah lama sekali saya punya keinginan menulis cerita baik berupa cerpen atau novel dalam bentuk buku, tapi sepertinya tidak punya cukup niat dan konsistensi untuk mewujudkannya. Awal tahun 2015, saya mulai mecoba menuliskan sebuah ide cerita yang tiba-tiba muncul di kepala. Secara menggebu-gebu mulailah cerita tersebut disusun dalam beberapa bulan awal, saya menulisnya di waktu-waktu…

One Minute Silence

Sebagai pencinta sepak bola, terutama Liga Inggris, hal-hal di seputar olah raga paling populer sejagad ini selalu menarik buat saya, di dalam maupun di luar pertandingan. Di Inggris (mungkin juga di liga negara lain) ada tradisi khusus untuk menunjukkan rasa duka cita terhadap sebuah kejadian, baik meninggalnya legenda atau orang yang berpengaruh terhadap dunia sepak…

Tuhan Tanpa Nama

Diambil dari status Facebook saya tanggal 26 Agustus 2015, menanggapi rame-rame orang bernama Tuhan: Rame-rame soal Tuhan jadi nama manusia, membuat saya berfikir tebalik: Apakah Tuhan perlu nama?.

Kopi Pahit dan Ampas

Pagi ini sang asisten rumah tangga kantor (kantor apa rumah? kurang konsisten), menyajikan secangkir kopi pesanan saya. Biasanya dia menyediakan teh panas yang kadang tawar, kadang manis sesuai suasana hatinya. Sebelumnya, segera setelah duduk di kursi kerja, saya langsung pesan kopi-sebelum dia terlanjur menghidangkan teh, setengah berteriak ke arah dapur.