Bersarung Di Kepala Burung Sebelum Melepas Burung

Presiden kita sempat bersarung setelah sholat shubuh di kawasan wisata Raja Ampat yang menjadi viral dan beberapa hari kemudian melepas burung di Istana Bogor yang dibeli dari Pasar Pramuka. Ini soal menerka simbol dan pesan apa yang ingin disampaikan oleh beliau atau tim PRnya, saya jadi senang menerka-nerka hal tersebut semenjak mulai sadar bahwa beliau memang suka dengan hal seperti itu. Saat MKD memutuskan perkara Setya Novanto, RI-1 mengundang para komedian untuk makan malam dan menceritakan dagelan-dagelan. Seolah-olah sidang MKD yang telah dilaksanakan memang sebuah dagelan, atau paling tidak sederajat dengan sebuah dagelan.

Untuk rakyat biasa, hal ini bisa jadi tidak bermakna simbolis apapun tapi tidak buat orang sekelas pemimpin negara. Semua pasti dipikirkan secara matang, meski secara image beliau ingin dimunculkan sebagai seseorang yang merakyat dan sederhana, namun cara memproduksi image tersebut sama sekali tidak sederhana. Perlu konsep dan pemikiran “mahal” dari orang-orang yang sangat paham dengan komunkasi. Kalau kita lihat foto-foto yang tersebar di dunia maya dan sosial media, sudah sangat jelas foto tersebut (baik bersarung atau melepas burung) bukan sebuah foto candid, tapi sebuah foto yang direncanakan dengan matang. Saya hampir tidak ingat, seberapa jauh kemungkinan jarak seorang Presiden terdahulu dengan para ajudannya. Tapi tampilan Jokowi di beberapa kesempatan selalu sendirian dalam sebuah frame, kita tentu ingat dengan foto beliau di tengah hutan belukar yang sudah terbakar saat kasus pembakaran hutan ramai dibicarakan. Foto beliau bersarung dan melepas burung pun begitu, sendirian dalam satu frame tanpa ajudan, pengawalan, pejabat terkait dan kepala pemerintah daerah. Padahal sangat mustahil beliau blusukan ke daerah tanpa pengawalan.

Nah untuk pesan bersarung di kepala burung dan kemudian melepas burung ini terus terang saya belum menemukan makna apa yang ingin beliau sampaikan. Bisa jadi berkaitan dengan reshuffle, dia akan melepas menteri yang sebelumnya berhasil dia “bekap dalam sarung”, dalam kontrol sepenuhnya. Jokowi terkenal dengan strategi “membaca”, membaca seseorang berada di pihak mana, untuk membersihkan lingkaran dekatnya dari “musuh-musuh” tak terlihat.  Untuk mendapatkan jawabannya kita tentu harus menunggu beberapa saat.

Kalau untuk pengantin baru, bersarung dan melepas burung tentu ada kaitannya. Memiliki pesan simbol yang jelas dan lugas, sebuah tugas mulia dari seorang suami terhadap perempuan yang sekarang sudah menjadi istrinya. Tapi tentu tidak perlu diabadikan dalam sebuah frame foto, cukup dalam sebuah frame kenangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s