Masa Kala Waktu

Hari terasa pendek, dikebiri sistem yang membuat waktu tak pernah cukup, melupakan hajat, melupakan kenyataan bahwa kita manusia. Waktu hanya menjadi matematika, terus berkurang dalam deret sederhana. Padahal ia adalah relatif, menjadi panjang dikala perlu dan menjadi sebaliknya dikala senjang. Waktu adalah kala, saat makna dihujamkan ke jantungnya. Waktu adalah masa, ketika nalar tak menerima, padahal tak selamanya hidup perlu logika. Matematika Tuhan adalah niscaya, bahkan ketika nalar tak sanggup menerima. Masa iya bersisa lebih saat surut dimakan sibuk, masa iya tersedia sedikit saat tak banyak dihabiskan. Bukan, bukan seperti cawan bersurut air, mengalir berpindah ruang, bukan juga seperti udara, berpindah tak kunjung hilang. Waktu juga tak seperti uang, berkurang kala terkuras kebutuhan. Waktu laksana ekor cecak di dinding, tumbuh hidup tatkala dipotong, seperti premi asuransi, semakin tinggi semakin besar dia kembali. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s