Mengalahkan Dingin di Kampung Sumber Alam

Dua kehangatan sekaligus Ranti rasakan saat ini, dari Bira sang suami yang baru menikahinya dua hari yang lalu serta air panas alami dari Gunung Guntur di atas sana. Tidak ada bau belerang, yang ada hanya wangi romantisme membuai, lebih menenangkan dibanding aromaterapi apapun. Berendam berdua di bawah langit malam Cipanas Garut yang sedikit tertutup awan, membawa angin dingin di permukaan. Ranti melepaskan rasa penat setelah hampir setengah hari tadi dalam perjalanan dari Jakarta. Semua terbayarkan, dia mendapatkan lebih dari apa yang dilihat di internet, maupun dari cerita-cerita teman. 


Dua bulan lalu, sebelum disibukkan oleh urusan pernikahan, Ranti dan Bira memimpikan bulan madu ke Pulau Dewata, tujuan yang hampir umum di lingkungan kantor mereka berdua. Tapi, sebuah video promosi dari Dinas Pariwisata yang sempat menjadi viral merubah tujuan mereka, lupakan Bali, sekarang waktunya #HayuKaGarut.

Dan hari ini Ranti merasa tidak pernah menyesal merubah tujuan bulan madu mereka. Kampung Sumber Alam menjadi pilihan mereka, setelah mencari berbagai informasi di dunia maya. Resort ini dirasa sangat cocok untuk mereka berdua, mengakomodir kebutuhan menyendiri saat perlu, tapi juga bersosialisasi dan menikmati suguhan kesenian dan aktivitas lain di saat tertentu.


Bira memesankan untuk mereka berdua bungalow tipe Junior Suit, cukup luas untuk mereka berdua. Dikelilingi kolam ikan, di malam hari seperti ini, bungalow jadi tampak mengapung di atas kolam, pantulan cahaya lampu di riaknya air menambah syahdu suasana. Dinding, lantai dan langit-langit, semuanya terbuat dari bahan alami seperti kayu, bambu, rotan dan atap rumbia, menghadirkan suasanya pedesaan, tradisional tapi tetap artistik. Ranti suka sekali dengan penempatan lampu-lampu hias di dalamnya, tidak membawa suasana seram, suasana yang kadang dia temukan dari hotel dan resort yang pernah dia kunjungi. Salah satu yang menjadi favorit mereka berdua tentu kolam kecil seperti jacuzzi di bagian belakang bangunan, terbuka di bagian atasnya. Sensasi baru mereka dapatkan saat berendam di kolam ini, hawa dingin dari angin Garut yang dilawan telak oleh hangatnya air alami. Terbuka tapi tetap penuh privasi.

Tadi sore, ketika mereka tiba, kehangatan para pegawai menyambut mereka, padahal di luar hujan turun, tidak terlalu deras tapi cukup membasahi bebatuan alami yang disusun di bagian depan resort. Suara percikan air menghantam apapun menyanyikan lagu yang harmonis, lagu yang jarang mereka dengar di Ibu Kota. Saat merka diantar menuju bungalow, Bira tertarik dengan sebuah kolam renang besar yang mengepulkan asap putih hasil pertempuran udara dingin dan panas dari air. Puluhan orang berenang dalam hujan, teriakan anak-anak kecil bergembira. “Aku mau berenang!” seru-nya kepada sang istri tercinta, Ranti hanya mengangguk kecil dengan senyuman mengembang, sebuah keinginan yang dia juga rasakan seketika.

Segera setelah meletakkan travel bag besar di kamar, mereka bergegas menuju kolam, menerjang hujan. Dingin air yang jatuh tidak dihiraukan, mereka berlari kecil sambil berpegangan tangan, menyusuri jalan kecil diantara taman-taman yang disusun rapi, kadang menurun, kadang sedikit menaik. Deretan bangunan bungalow mereka lalui, bungalow yang akan menjadi bagian hidup mereka, tiga hari ke depan. Sesampainya di kolam, mereka langsung menceburkan diri, membuang dingin yang membuatnya menggigil. Ah, pengalaman yang jarang mereka temui, berenang dalam kepulan asap alami, di tengah hujan, menyenangkan sekaligus romantis.


Makanan dan minuman tentu tidak sulit ditemkan di sini, sebuah restoran cukup besar tersedia tepat di samping kolam renang. Ranti memesan minuman hangat khas Parahyangan, bandrek yang pedas dan manis. Asap dari gelas kadang memunculkan ekspresi lucu dari keduanya, menghadirkan tawa yang tulus, tawa penuh cinta.

Malam ini dan dua malam serta tiga hari berikutnya akan jadi momen yang penting buat mereka berdua. Menikmati saat berdua di suasana ini, yang pasti susah untuk move on. Bira akan iri dengan ikan-ikan di sini yang setiap hari berenang dalam air hangat, dan selalu mendapat lemparan sisa makanan dari pengunjung, menyenangkan!.

Besok, kalau cukup punya energi untuk beraktivitas, mereka akan mencoba berbagai fasilitas di sini, mulai dari outbound, memancing atau sekedar berjalan-jalan mengelilingi kompleks resort yang cukup luas ini. Di hari berikutnya Ranti sudah meminta berjalan-jalan di seputar Cipanas dengan menunggang delman, sambil berbelanja oleh-oleh khas Garut, dodol dan kerupuk kulit.

Kampung Sumber Alam Garut

Jl. Cipanas No. 122, Garut Kota

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s