Mimpi Ke Santorini

Boleh kan kali ini bermimpi berkunjung ke tempat ini?, barangkali 5 tahun lagi, atau 10 tahun, atau 15 tahun atau malah 2 tahun lagi bisa terlaksana. Mumpung mimpi gratis, saya mau lama-lama tidur. Sudah cukup lama juga tidak berani bermimpi yang “dalam”, mungkin realitas yang bikin tidur tidak nyenyak.

10_Santorini_862x276

Salah satu spot wisata paling saya inginkan, sepertinya di sini semua panca indera dimanjakan. Yang paling pertama tentu mata, dilihat dari sudut manapun, Santorini sangat indah, gabungan kekuasaan Tuhan dan ciptaan manusia yang harmonis. Itulah kenapa Yanni, sang maestro menggubah satu aransemen dengan inspirasi tempat ini. Kok bisa ya, bukit karang bisa menjadi sebuah “desa” yang artistik. Padahal mungkin di belahan dunia lain, bukit karang seperti ini juga ada. Kadang suka berfikir, bagaimana awal mulanya penduduk mulai tinggal di sini, nanti saya akan cari tahu kalau sempat ke sana …, harus yakin bisa ke sana.

santorini-car-rental4

Fisik harus kuat, ya bayangan saya begitu, naik turun tangga pasti bikin jantung kerja keras, tapi pasti akan jauh terasa ringan saat semilir angit laut bertiup. Setiap jengkal bukit di sini pasti punya sensasi berbeda, kadang kita berada di ketinggian, kadang ada di lembah, menyentuh air laut. Bunyi debur ombak, bau anyir ciri khas laut dan cuitan pelikan berputar-putar mencari mangsa, barangkali itu jadi latar kegiatan saya nanti di sana, entahlah, saya belum pernah ke laut mediterania, apakah suasananya sama seperti itu.

 

Putih dan biru mendominasi, warna-warna lain yang minor menjadi pelengkap yang luar biasa. Latar biru dari langit dan pantulannya di air berinteraksi dengan sangat manis dengan putihnya tembok, awan, burung, buih ombak dan kadang kapal pesiar. Dan ketika sore hari, warna jingga menyelimuti, seketika putih menjadi kertas bagi sapuan kuas Sang Maha Kuasa. Saya pernah mendengar cerita kenalan yang sampai terharu melihat suasana seperti itu, dia baru pertama kali melihatnya seumur hidup. Dan saya pun ingin terharu, bahkan kalau perlu akan menangis. Di malam hari, putih bangunan menjulang akan memudar menjadi siluet, andai saja tidak ada lampu-lampu menyala. Cahayanya mengalir seperti lava, mengikuti lekukan-lekukan tembok, menurun sampai di ujung bawah.

santorini03

Kemewahan luar biasa kalau bisa sampai di sini, menikmati hidangan ala Yunani yang saya sendiri belum terbayang seperti apa rasanya. Mungkin tidak lagi penting saat ada di surga seperti ini. Hmm, mungkin minum air putih saja sudah sangat istimewa.

Resort-Santorini

Akhirnya, saya hanya bisa menunggu mimpi ini jadi kenyataan, tapi untuk jadi nyata, tentu saya harus terlebih dahulu bangun, kemudian berfikir, harus memulai dari mana. Yang jelas tidur saja tidak cukup mengantar kita ke impian tersebut.

2015-09-28_original1443445779

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s