Ruangan Berjendela

Hari ini harus bersyukur, atas pekik tangis yang kelak menjadi tawaku. Tangisan lucu yang menjauhkan sedu dari hidup, kemudian pergi bertukar senyum. Dan senyum itu yang kelak pasti kamu titiskan pada mereka berdua tanpa takut kehilangannya, seperti matahari yang rela membagi cahayanya. 

Ribuan persimpangan terlewati untuk sampai di jalanku, jalan yang tak kau minta lurus, mulus dan menurun. Terjal kerikil dan menanjak itulah yang kita nikmati, mengajarkan hidup penuh makna. Kamu tak memilih mundur, meski mudah melakukannya.

Hari ini harus bersyukur, atas eratnya simpul yang melampaui sahabat. Simpul yang dulu kita buat dengan keyakinan, tambatan dengan tali yang mengekang waktu. Waktu mendekap kita dalam buaiannya, membangunkan kedewasaan, menidurkan kekanakan. 

365 hari di depan adalah pintu-pintu menuju tempat tak terkira, ruangan tak berdinding, berjendelakan cermin tempat memandang kehidupan dengan pilihan. Ruangan itu beratapkan doa dari mereka yang telah melewati ribuan pintu yang sama dan memandangimu dari jendelanya, jendela yang telah menyatu dengan dinding hatinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s