Acara Wisata Kuliner yang Tak Ingin Kami Lihat

Weekend pagi, salah satu tontonan di TV yang saya dan istri suka yaitu wisata kuliner, melihat beragam makanan di layar kaca saja cukup bikin perut kenyang, meski mulut lapar. Sajian apa saja, yang tradisional, nasional sampai internasional nampak sensasional, syukur-syukur jadi inspirasional dan nantinya nyonya jadi semangat buat masak dan enak secara kondisional. 

Presenter dikondisikan buat enak dilihat, dengan makanan yang juga kelihatan enak ditambah ekspresi yang menggambarkan makanan enak dinikmati, jadi paket lengkap serba enak. Kadang ditambah situasi dan kondisi tempat makan yang sepertinya enak, jadi paket enak plus plus. Segitu saja seharusnya cukup, tanpa perlu ditambah sentuhan-sentuhan berlebihan yang malah merusak suasana.

Beberapa program wisata kuliner sukses merusak paket serba enak tadi dengan visual yang bikin ill feel. Tidak perlu adegan aneh dan berlebihan, cukup zoom-in kamera ke arah mulut saat melahap makanan atau mengunyah. Dan tampaklah penuh di layar pemandangan bibir bergincu belepotan, kadang disertai lidah membersihkan remah-remah tadi. Kalau anda beruntung, kadang rongga mulut penuh dengan makanan dengan campuran ludah terlihat kala presenter berbicara mengomentari enaknya makanan. Ide siapa ini? produser, kameramen, DoP atau editor?, yang jelas persekongkolan mereka-lah dosa visual tersebut terjadi. Kadang saya suka merasa prihatin sama sang presenter, bukan salah bunda mengandung kalau kata pepatah.

Mungkin … sekali lagi mungkin, ini cara agar program acara itu menjadi beda dengan acara lain sejenis. Tapi, berbeda saja tidak cukup, pertimbangan-pertimbangan konseptual harus jadi ukuran utama. Alih-alih jadi diferensiasi, malah jadi aksi eksekusi, transisi menuju transaksi embarkasi (apa siih …?). Intinya bikin penonton mengambil remot dan memindahkannya ke channel TV lain.

Bukan itu yang ingin kami lihat, kami ingin melihat proses menyiapkan, memasak, menyajikan makanan sampai dinikmati, bukan proses pencernaan apalagi sampai sekresi di kamar mandi.

Semoga mereka para yang berkepentingan bisa baca tulisan ini …

Advertisements

2 Comments Add yours

    1. eggaip says:

      Thank you, it’s nice to visit your blog

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s