Hujannya Pakai Formalin

Sekitar 9 jam sampai tulisan ini dibuat, hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak tadi malam, bikin suhu agak-agak dingin semriwing, sampai saya harus mematikan AC di ruangan kantor ini. Sebenarnya saya suka hujan, dan tidak lupa kalau hujan itu anugerah. Tapi pagi ini suasananya jadi agak mellow.

Sudah tiga hari belakangan berangkat ke tempat kerja pakai sepeda motor, itu pun inventaris kantor. Mobil yang biasa menemani perjalanan sedang ada masalah, dan karena kesibukan pekerjaan, belum sempat diperbaiki, besok Sabtu mungkin waktu yang tepat. Pada dasarnya saya adalah seorang amot, anak motor, mulai dari jaman kuliah sampai beberapa tahun setelah menikah masih demikian. Kembali menggunakan motor di jalanan mengingatkan masa-masa itu, menyenangkan sebetulnya, apalagi kondisi Jakarta yang sedang dalam pembangunan MRT dan beberapa fly over, membikin jalanan super macet.

Dulu saya adalah pemotor yang tangguh, tahan semua cuaca, hujan deras pun dilibas. Peralatan lengkap selalu sedia, mulai dari jas hujan model two piece, sampai penutup sepatu, alhasil, hujan sebesar apa pun, pakaian dan sepatu tetap kering kerontang, satu-satunya yang bikin sedikit basah cuma keringat.

Tapi jadi bikers dadakan lagi tentu tidak sesiap biasanya, saya dan istri sempat kalang kabut mencari jas hujan dan perlengkapan lain yang entah tersimpan di mana. Beberapa hari kemarin langit selalu mendung, petir & gledek kadang datang, tapi saya selalu beruntung terhindar dari hujan di pagi hari saat mengantar anak sekolah, pergi ke kantor maupun saat pulang kantor di malam harinya.

Nah hujan yang deras dari tadi malam, membuat saya tertahan di kantor, padahal teman kerja sudah meminjamkan jas hujan atasan, tanpa celananya. Tapi mental tidak siap untuk basah-basahan, terlebih pekerjaan baru selesai jam 11-an tadi malam. Perjalanan malam, di tengah hujan deras menuju Depok, bukan hal yang menyenangkan. Jadi saya memutuskan menunggu hujan mereda sampai ketiduran, saat dibangunkan untuk shalat subuh oleh penjaga kantor, hujan masih deras, hujannya awet kayak pakai formalin. Jam 5.30, saya menelepon istri di rumah, melaporkan kondisi cuaca yang ternyata sama juga di sana. Misi saya untuk mengantar anak ke sekolah susah dilaksanakan, pulang dengan taksi pun bukan pilihan bagus, karena perjalanan yang panjang akan tetap membuat si Kakak terlambat ke sekolah.

Jadi pagi ini dengan sedih saya terpaksa melewatkan kesempatan mengantar anak ke sekolah. Setiap pagi, adalah momen best quality time, saya manfaatkan untuk berinteraksi dengan si sulung, untuk mengobrol, menanyakan suasana hatinya, kondisi di sekolah, interaksi dengan adik dan lain-lain. Jarak sekolah dari rumah  sekitar 7-8 Km membutuhkan perjalanan cukup lama, dengan mobil sekitar satu jam, motor sekitar setengah jam. Kehilangan satu momen berharga di pagi inilah yang membuat suasana jadi mellow, untungnya besok Sabtu! akan banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan keluarga. Thanks God It’s Friday …..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s