Lima Sekantor: Bagian 3

Mei 2015 Sudah tiga jam perjalanan dalam bis ini menuju Tanjung Lesung di Ujung Kulon, dan masih ada sekitar 3-4 jam lagi. Hampir semua orang ketiduran, cuma beberapa saja yang bisa gue denger ngobrol di deretan belakang. Wajar juga kami kecapekan, kita harus kumpul di kantor jam 6 pagi, berarti udah harus jalan dari rumah…

Jurnal Pagi Jakartans: 30 Maret 2016

Pagi tadi yang cukup mendung dan berangin jadi dingin saat lihat para tukang cuci mobil 24 jam yang sudah (atau masih) sibuk bekerja, baju dan sepatunya basah. Yakin kulit ujung-ujung jarinya mengkerut, seperti anak kecil yang kelamaan main air. Jamur & kutu air mengincar di sekeliling. Sementara mobil-mobil kinclong itu nanti siang akan kembali kotor…

Adu Mulut yang Tak Akan Berujung

Hampir sebulan yang lalu pergi ke sebuah barber shop baru di dekat rumah, jaraknya sedikit lebih jauh dari tukang cukur langganan. Cat yang didominasi warna hitam masih mengkilap, peralatannya pun begitu, memang mereka baru buka beberapa hari ke belakang. Saya suka eksplorasi barber shop, yang saya cari adalah kenyamanan ruangan dan kehebatan si tukang cukur…

Engkong Sobari Soal Jelekin Presiden Masa Lalu

Kali ini, kami berkesempatan mewawancarai Engkong Sobari yang sedang agak santai berteduh di dekat gerobak buah-nya. Assalamualaikum Kong Bari… Waalaikumsalam warohmatullohi wabarakatuh, eh elu tong, sini ngadem! Iya Kong makasih, panas banget ya cuaca. Iya, gue sampe keringetan dari tadi, padahal ngadem di bawah pohon sini. kabarnya sih akibat badai equinox, jadi suhu meningkat. Bisa…

Jurnal Pagi Jakartans: 17 Maret 2016

Meski sudah merasa pagi betul keluar rumah untuk berangkat kerja (sambil nganter anak sekolah), banyak juga profesi yang menuntut orang memulai aktivitas jauh lebih pagi. Pengantar koran – yang mungkin sebentar lagi akan punah – sudah pasti harus bangun lebih awal buat ambil barang sebelum disebar. Tukang sayur, yang selalu dikelilingi para wanita, sudah pasti…

Jurnal Pagi Jakartans: 15 Maret 2016

Setiap perjalanan pagi adalah sebuah pengalaman melalui perubahan dalam banyak aspek, bisa dari geografis, perilaku, karakter dan lainnya. Saya yang jalan dari Depok, mengalami sebuah transformasi yang cukup ekstrim. Dimulai dari pengendara motor yang berani jalan tanpa kelengkapan standar, seperti helm, jaket & sepatu, semakin mengarah ke pusat Jakarta mereka semakin tertib dalam hal kelengkapan,…

Jurnal Pagi Jakartans: 14 Maret 2016

Senin pagi yang cerah ini dimulai dengan kesibukan memburu nyamuk dalam kabin, hal yang kadang bahkan bisa masuk kategori berbahaya, karena mengganggu konsentrasi mengemudi, untunglah si sulung yang setiap hari diantar ke sekolah sigap siaga menepuk-nepuk sang nyamuk dengan kedua telapak tangannya. Binatang memang selalu jadi bagian pagi kita, kucing salah satunya, hewan satu ini…

Jurnal Pagi Jakartans: 10 Maret 2016

Pagi ini cuaca sangat cerah, matahari sudah keluar lebih pagi, bahkan saat karyawan Indomaret baru membuka folding gate tokonya. Saking cerahnya, tadi sempat melihat seorang lelaki berjemur, berjongkok di atas bangku-persis ayam, di depan sebuah toko yang menghadap Timur, rambutnya masih basah, entah sisa mandi atau cuma cuci muka.

Jurnal Pagi Jakartans: 8 Maret 2016

Dua jam perjalanan pagi setiap hari rasanya cukup sayang untuk tidak diceritakan, banyak hal-hal menarik di luar hal rutin dan biasa, kelakuan para Jakartans di jalanan. Diantara wajah-wajah ngantuk anak sekolah yang kadang tertidur-mulut menganga, menyender di punggung Bapak atau sopir ojeknya. 

Menghargai Pekerjaan

Hal lain yang menyenangkan dari sebuah pekerjaan adalah bertemu dengan banyak orang yang membuat kita bertambah ilmu. Kadang kita selalu berfikir sempit dengan hanya menyangka bekerja itu cuma demi uang, walau memang itu tujuan paling utama. Ilmu yang didapat selama bekerja tidak bisa diukur dengan nilai uang.