Jurnal Pagi Jakartans: 30 Maret 2016

Pagi tadi yang cukup mendung dan berangin jadi dingin saat lihat para tukang cuci mobil 24 jam yang sudah (atau masih) sibuk bekerja, baju dan sepatunya basah. Yakin kulit ujung-ujung jarinya mengkerut, seperti anak kecil yang kelamaan main air. Jamur & kutu air mengincar di sekeliling. Sementara mobil-mobil kinclong itu nanti siang akan kembali kotor kalau hujan deras turun. Usaha cuci-mencuci di Jakarta cukup menjanjikan, karena kesibukan Bapak dan Ibu rumah tangga dalam mencari nafkah, harus ada orang lain yang membantu meringankan pekerjaan rumah. Mulai dari usaha laundry baju, kemudian bed cover dan karpet, cuci sofa, cuci motor dan mobil, cuci darah, cuci mata sampai cuci uang. 

Saat menyetir di lajur kanan yang bersebelahan dengan pembatas jalan, saya senang memperhatikan pot-pot bungan dan tanaman hijau terawat dengan baik. Daun-daunnya segar, berkibar-kibar tertiup angin turbulensi kendaraan yang lewat. Pot-nya pun bersih dari debu dan tanah, begitu juga dengan median pembatas jalannya. Tapi kalau melihat jauh ke pinggir jalan, coret-coretan anak vandal di semua bagian pinggir jalan bikin prihatin. Mulai dari rolling door, marka jalan, rambu jalan, batang pohon sampai plang papan nama notaris tidak luput dari keisengan mereka. Kadang suka bingung, dari mana mereka punya modal beli cat semprot terus menerus. Kadang suka curiga, apa mereka di-endorse sama merk cat semprot?. Tapi dari sekian ratus meter media di jalan yang dicoret, ternyata ada juga satu tembok besar yang tidak berani mereka coret, yaitu tembok bertuliskan Persija Jakarta.

Tapi coret-coretan vandal itu sedikit demi sedikit hilang setelah melalui perbatasan Provinsi DKI, yang tadi adalah wilayah Tangerang Selatan. Ibu kota rupanya lebih sigap membersihkan hasil karya iseng anak-anak ini. Kalau dilihat sepanjang T.B Simatupang sebelum berbelok ke arah Pondok Indah, tembok-tembok besar tertutup cat-cat tambalan, warnanya sih memang tidak rata, tapi setidaknya masih lebih nyaman dipandang.

Tiap pagi melewati kawasan elit Pondok Indah, sering ditemui beberapa anjing bagus dan mahal diajak lari pagi oleh pembantu atau penunggu rumah. Mungkin, sang majikan hanya punya waktu di hari Sabtu & Minggu untuk bercengkrama dengan peliharaannya. Badan pembantu yang kurus dan kecil kadang terlihat seperti ditarik-tarik anjing-anjing montok dan besar itu, mahluk yang diberi makan lebih mahal dibanding si pengasuh.

Kejadian langka terjadi pagi ini, yaitu saat lagu yang diperdengarkan di radio secara kebetulan bertempo sama dan sangat presisi dengan bunyi detak lampu sein, laiknya metronom. Di momen beberapa detik itu ada perasaan aneh, ini rasanya saat harmoni alam semesta bekerja.

Jurnal pagi ini ditutup dengan pemandangan empat orang laki-laki mencegat satu bajaj biru dan kemudian semuanya masuk ke dalam kendaraan kecil itu … eureka!!, saat itulah harmoni alam semesta kembali terganggu.

Selamat Pagi semuanya!.

Jurnal hari lainnya 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s