Jurnal Pagi Jakartans: 11 April 2016

Lukisan Yang Maha Kuasa, pagi ini, itulah yang jadi perhatian utama, dan kuas dari lukisan itu cukup hanya satu, yaitu cahaya matahari. Warna keemasan sinarnya memperjelas bentuk-bentuk benda apapun yang dihinggapi, diperkuat bayangan-bayangan dan area gelap di baliknya.

Saya lihat awan begitu memukau, bertumpuk-tumpuk, yang menghadap ke arah timur memantulkan warna kuning cahaya matahari, sedangkan yang menghadap ke arah barat berwarna abu gelap. Kebetulan, perjalanan saya setiap hari mengarah ke utara, jadi benda apa pun di pandangan saya selalu bercahaya di bagian kanan, sedangkan yang sebelah kiri akan lebih gelap. Pohon-pohon bergradasi dari kuning, hijau terang dan diakhiri hijau gelap. Tiang-tiang listrik, telepon dan lampu jalan seperti memiliki dua warna yang menggaris jelas secara vertikal, begitu juga pagar-pagar dan railing. Dulu, ketika kabut masih eksis, pemandangan pagi seperti ini saya yakin akan jauh lebih indah. Di mana sinar matahari yang lolos melalui celah-celah daun dan ranting akan membentuk garis-garis dengan intensitas beragam, ada yang tajam ada yang tipis saling menumpuk.

Pengendara motor terlihat dramatis, sebelah badan kanannya bercahaya, seperti Yin & Yang, mengingatkan pada tokoh antagonis di serial Batman, yaitu Two Face. Jaket yang berbahan lebih mengkilap, seperti parasut dan jaket kulit, lebih memperjelas duo-tone tersebut dibanding yang berbahan kaos seperti sweater atau hoodie.

Badan mobil, dengan berbagai lekukan yang direncanakan dengan sangat baik oleh para desainer, terlihat sangat jelas. Guratan-guratan garis yang memperjelas ide sang desainer. Itulah salah satu fungi dari lekukan-lekukan tersebut – menangkap cahaya – selain fungsi kekuatan struktur. Tapi efek sampingnya, beberapa mobil dengan penyok kecil dan besar juga terlihat makin jelas.

Bayang-bayang panjang dari benda-benda juga membentuk garis-garis artistik ketika menimpa benda lain, dan membelok-belokkan garis tersebut dengan kontur-nya. Saya yang kebetulan melewati jalanan di samping bandara Pondok Cabe, dapat melihat bayangn bangunan seberang jalan membentuk garis-garis siluet di rerumputan sepanjang bandara.

Pengendara motor, yang terbiasa melawan arah di jalanan Ciputat-demi menghindari putaran-, mengendap-endap dalam lindungan bayangan bangunan, pagi ini terpaksa berbalik arah atau pura-pura parkir menyalakan rokok, ketika seorang Polisi berdiri mematung memelototi mereka.

Sebuah mobil Honda Jazz RS warna putih, yang tidak perlu saya sebut nomor polisinya, dengan seenak jidat melempar tissue yang sudah menjadi sampah ke luar jendela. Salah satu perilaku buruk pemilik kendaraan di kota ini. Bagaimana saya yakin dia pemilik?, mungkin kalau mobilnya Alphard atau sedan mewah Camry/Mercedes, bisa jadi dia hanya sopir.

Saya selalu kagum dengan profesional yang memiliki integrasi dan paham dengan konsep job des-nya. Sebuah ambulance yang sedang tidak mengangkut pasien / jenazah, memilih ikut dalam kemacetan tanpa perlu membunyikan sirene, bersabar seperti pengemudi lain. Berbeda dengan mobil sipil yang umumnya berwarna hitam, memiliki lampu sirene berwarna biru, membunyikan klakson dan sirene terus menerus, meminta jalan, mental pengemis.

Dan ketika perjalanan pagi ini berakhir di kantor, bayangan benda sudah memendek, cahaya matahari mulai merata dan panasnya mulai menyengat.

Selamat hari senin!, selamat bekerja…

Jurnal hari lainnya 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s