Anakku Can Be All Four Seasons in One Day

Salah satu lagu favorit dari salah satu musisi favorit saya Sting adalah lagu berjudul All Four Seasons. Lagu ini menurut review-review kritikus, ditulis oleh sang maestro terinspirasi anak perempuannya. Sting memang jago bercerita melalui lirik yang luar biasa dan menggunakan perumpamaan-perumpamaan jenius dan brilian. Di lagu ini dia mengumpamakan mood dan emosi anak perempuannya selalu berubah-ubah, seperti perubahan semua musim dalam waktu yang singkat.

Dulu sebelum menikah, lagu ini saya interpretasikan pada sifat perempuan (baik kecengan, teman, sahabat atau pacar) yang gampang berubah drastis, moody to the max lah. Tadi pagi bisa manis, siang ini ngambek dan seterusnya. Tapi setelah menikah dan sekarang punya dua anak perempuan, yang satu 10 tahun, yang satu 15 bulan, saya baru paham betul bagaimana Sting merasakan apa yang saya rasa. 

Meskipun saya belum pernah merasakan hidup dalam 4 musim, tapi saya mengerti bagaiman repotnya menghadapi perpindahan masing-masing musim. Banyak yang mesti disiapkan, tidak melulu soal outfit, tapi segala hal, mulai dari pengatur suhu, persediaan makanan, perawatan kendaraan, kebersihan halaman & lingkungan dan banyak hal lain. Jadi bisa dibayangkan keriweuhan apa yang dihadapi kalau perubahan musim itu berganti-ganti secara drastis dan cepat.

With her smile as sweet as a warm wind in summer. She’s got me flying like a bird in a bright June sky. 

Saat paling menyenangkan melihat si Putri tersenyum, bahagia, bergembira dan menggemaskan. Perasaan ini hanya bisa dirasakan oleh mereka yang punya anak. Bahagia yang menular cepat dan luar biasa. Sting memang mengumpamakan kebahagiaan itu seperti musim panas yang hangat, bisa dimengerti karena dia adalah orang Inggris yang dari kecil akrab sekali dengan cuaca dingin, muram dan berkabut. Dan terbang seperti burung di langit Juni yang cerah pasti kebahagiaan luar biasa. 

And then just when she thinks that I’ve got her number. Brings me down to the ground with her wintry eye.

Sting menuliskan secara kontras perubahan musim dari Summer ke Winter, artinya dua kutub berbeda dan berlawanan. Bukan dari summer ke fall. Begitulah anak-anak, dari suasana yang menggembirakan, tiba-tiba moodnya bisa berbalik 180 derajat menjadi membuat sedih atau kadang menyebalkan. Diangkat, lalu dibanting.

That’s my baby, She can be all four seasons in one day

Sebuah premis yang sekaligus jadi kesimpulan dan membuat saya dan mungkin jutaan ayah di dunia setuju. Tapi saya pikir bukan cuma ayah, seorang suami dan pacar pun bisa sangat setuju.


And when the nighttime comes with no interference. To our warm summer love with all its charms. But like a thoroughbred horse she can turn on a sixpence. And I find that I’m back in Mistress Winter’s arms.

Sebuah perumpamaan lain yang menegaskan.


How will I know?

How can I tell?

Which side of the bed she takes when the day begins

She can be kind

She can be cruel

She’s got me guessing like a game show fool

Ini sebuah cerminan bagaimana kadang tidak punya clue-nya seorang ayah akan mood anak perempuannya. Penuh pertanyaan dan misteri. 




She can change her mind like she changes her sweaters. From one minute to the next it’s hard to tell. She blows hot and cold just like stormy weather. She’s my gift from the Lord or a friend from hell.

Ayah pasti sering mengalami baru saja dipeluk tiba-tiba dipukul atau dijambak. Minta digendong, tiba-tiba berteriak lari. Kadang rambut dielus, tapi kadang mata ditusuk. Minta makan tapi kemudian tidur. Bernyanyi bersama sebelum menangis histeris. Seberapa sering tangan digigit. Berapa banyak kaca mata pecah dilempar, atau gadget retak dijatuhkan. 
That’s my baby. She can be all four seasons in one day

Watching the weatherman’s been no good at all. Winter, spring, summer, I’m bound for a fall. There are no long term predictions for my baby. She can be all four seasons in one day

Percuma menggunakan logika, analisa komprehensif, metoda perbandingan dan lainnya, dia akan tetap susah diprediksi.
If it’s a sunny day I take my umbrella. Just in case the raindrops start to fall. You could say that I’m just a cautious fellow. I don’t want to be caught in a sudden squall.
Jadi ayah, mendingan siap mental deh dengan apa yang akan terjadi. Siap dengan berbagai kemungkinan.

Apakah lagu ini cocok juga dengan anak laki-laki, saya kurang tahu persis, karena memang belum punya pengalaman mempunyai anak laki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s