4 Tahun Lalu Duo Manchester Berebut Posisi 1 di Laga Terakhir

Tanggal 13 Mei 2012, pertandingan terakhir di kompetisi Liga Utama Inggris, duo Manchester (United & City) berebut posisi pertama, untuk menjadi kampiun. City harus melawan Queens Park Rangers (QPR) di Etihad Stadium, sedangkan United bertandang ke Stadium of Light milik Sunderland. Pertandingan itu menjadi salah satu yang paling ditunggu jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Karena akan menentukan sejarah BPL. Kalah di pertandingan itu, akan menjadi mimpi buruk bagi kedua tim, sedangkan seri sama buruknya, hanya satu tujuan: menang!. Manchester City diuntungkan dengan selisih gol yang lebih banyak, dan dukungan suporter tuan rumah. Hasil akhirnya, meskipun keduanya menang, City menjadi juara dengan perbedaan selisih gol. Sebuah akhir kompetisi yang dramatis, musim ini pun dinobatkan sebagai musim kompetisi terbaik selamat 20 tahun terakhir. City menang 3-2 dari QPR, United menang 1-0 dari Sunderland.

4 Tahun kemudian, akhir pekan ini tanggal 15 Mei 2016, kedua tim harus berjuang keras untuk menang. Tapi ironisnya, bukan memperebutkan posisi pertama, melainkan posisi ke 4, untuk menjamin kiprah di Liga Champions Eropa tahun depan. City akan tandang ke kandang Swansea, sedangkan United menjamu Bournemouth di kandang. Tapi kali ini, posisi United tidak lebih beruntung dari 4 tahun lalu, tertinggal 2 poin dan selisih gol. Artinya United hanya berharap City kalah melawan Swansea, dan mereka menang melawan Bournemouth. Pertandingan ini akan kembali menjadi perhatian dunia, karena dua sebab. Pertama, posisi 1-3 sudah diamankan oleh Leicester sang Juara, Tottenham Hotspurs dan Arsenal. Kedua, penantian akan kiprah dua pelatih besar di tahun depan di Liga Champions Eropa, apakah Pep Guardiola ataukah Jose Mourinho (yang menjadi gosip umum, selain gosip melatih timnas Indonesia) yang akan tampil.

Empat tahun mungkin waktu yang pendek, tapi banyak sekali perubahan di liga paling kompetitif di Eropa ini, bagaimana United yang menurun dan kemudian membaik dalam posisi klasemen, Chelsea yang tiba-tiba terpuruk padahal memegang predikat juara bertahan, dan Leicester yang dua tahun lalu baru promosi menjadi juara BPL di tahun ini secara impresif, hanya kalah 3 kali dan menang 23 kali.

Minggu ini, semua pertanyaan akan terjawab, bukan siapa yang terbaik, tapi siapa yang lebih beruntung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s