Karma, Bara Menyala

Bagi Samir sang tukang semir, menghadapi hidup sekarang semakin samar, bertahan dalam sumur sumir gelap. Dulu dia idola, ketika jagad berjoged, hari hura-hura pasti berpesta, turis berwajah tirus terlena merana, bule Bali tumpah ruah meliuk bagai Leak. Pantai petang menjadi benderang, menuju malam kelam, kilau riak berontak sontak. Perempuan pelampiasan bergerak girang, terus menaiki tangga tinggi tinggalkan sadar, garang tergiring reaksi raksa, dia adalah Reksi. Larut malam nanti akan terseret surut ketika Samir tanggalkan tunggul, tampah tertumpah, dia di ambang sadar diombang-ambing limbung. Tawa dipaksa membuai membuang tabu, sampai surya tiba di hangat yang menghanyut. 

Dialah yang lalu lalai tertelan kala, terlupa rupa dunia yang berlalu kelu. Samir hidup dalam ambang tumbang, waktu ibunya kembali mengangkat tameng agar timang moral yang kian pudar. Apa daya Samir tak hirau Ibu dan halau beliau, tinggal tangis tragis sakit hati menjemput mati. Sakitnya kian meradang merongrong badan semakin kurus, terbujur kaku di atas kasur keras yang kasar, kala Samir terlena cinta di atas dipan halus terbungkus sutra. Cinta terlarang tak terkekang, tanpa ikatan hanya kenikmatan.  

Reksi adalah lintah penghisap, setiap pelukan adalah palakan, setiap sentuhan adalah sentakan dan setiap kecupan adalah kecapan. Samir tersadar ketika semua pudar, miliknya kini menghilang tanpa halang. Semua terasa terlambat, kala Reksi pergi dengan tawa mengembang riang. 

Samir sebatang kara, tak terkira dirinya hina, tumbang dalam tambang yang dalam tak berdasar. Karma Ibu adalah bara menyala membakar akar, hitam legam mewangi arang. Lengah, tak pernah mimpi seperti ini, hanya sesal membekal jalan terjal di hadapan yang harus dihadapi untuk hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s