Jurnal Pagi Jakartans: 24 Mei 2016

on

Lampu-lampu jalan masih belum dimatikan, memancarkan pendar jingga tertelan sinar surya yang baru muncul. Pagi ini lebih lenggang dari kemarin, mungkin karena kemarin adalah hari pertama masuk sekolah dasar, karena seminggu sebelumnya mereka rehat. Motor-motor berkelebat cepat, berpacu lawan waktu, sedang para pengemudi roda empat hanya bisa pasrah, sambil sesekali mencuri kesempatan mendahului. Ketika pemotor adalah lawannya waktu, pemobil harus menjadi kawan waktu. 

Selain pemandangan di depan atau samping yang bisa dilirik dari kaca jendela, pemandangan di kaca spion tengah pun tidak kalah menarik. Ketika sebuah mobil berjalan lambat menutupi jalan, rasa ingin tahu, siapa di balik kemudi membuat saya ingin mendahului, kemudian melihat wajah pengemudi dari kaca spion. Pagi ini sebuah Xenia warna hitam berjalan pelan di depan, berjarak jauh dari mobil di depannya, segera ketika ada kesempatan mendahului. Setelah berada di depannya, saya dengan jelas melihat wajah tegang seorang ibu berhijab warna merah, bajunya warna biru gelap, umur di atas 45 tahun. Di sebelahnya seorang ibu juga yang tak kalah tegang berpegang pada handle di atas pintu, berhijab warna cokelat muda dan baju hitam, mereka sesekali berdialog pendek. Beberapa menit kemudian terpaksa mendahului Daihatsu Ayla warna silver dari kiri karena dia berjalan pelan di lajur kanan. Segera tahu dari sang spion bahwa pengemudinya adalah seorang bapak berkacamata, rambut jambul berumur di atas 50 tahun, di sebelahnya seorang perempuan berumur hampir sama menemani, pasangan abadi. 

Mengingat-ingat pemandangan spion di waktu yang telah lewat, bisa melihat bagaimana pengemudi Jakarta kadang harus multi tasking saat berada di belakang kemudi. Kalau mereka sambil mengoperasikan ponsel, menelepon, sms, update status atau selfie itu sudah biasa. Beberapa pengemudi harus sarapan saat berkendara, kemacetan memberi kesempatan tangan menyuapkan sendok ke mulutnya sendiri. Tapi kadang kita temukan kemesraan, pasangan tercinta menyuapi pengemudi disertai dengan senyuman bermakna. Hal yang juga sering dilakukan pengemudi wanita adalah berdandan, menyapukan kuas pada pipi dan wajah, mencoret alis, memasang bulu mata palsu, memerahkan bibir dengan lipstick, sedang rambutnya masih tergulung roll. Pernah suatu pagi saya melihat pengemudi laki-laki mengambil gitar di bangku belakang, dan memainkannya saat lampu berwarna merah.

Belakang kemudi jadi wilayah privat mereka, tapi kadang lupa, mereka tidak sendirian, ada spion-spion yang mengintai. Pengemudi bernyanyi-nyanyi total, dengan gaya seperti diva, padahal mungkin mereka pemalu di kantornya. Wanita muda, cantik, berkacamata hitam memantulkan terang, menguap selebar-lebarnya, seolah menyedot bumi ke kerongkongan. Wanita cantik lain mengupil dengan santai sambil pikirannya melayang jauh dari kabin mobilnya. Pasangan bertengkar hebat, memasang wajah tak bersahabat, memanaskan hawa mobilnya, yang mungkin ditempeli sticker happy family. Pernah pula menemukan sejoli muda dengan gairah bergelora, berciuman panas sambil tangannya menjalar ke mana-mana.

Tapi bukan hanya pengendara mobil, pemotor pun demikian, sering ditemukan menancapkan ponsel di sela-sela kuping dan helm kemudian berbicara keras-keras dengan ekspresi berubah-ubah. Seorang bocah menyanyi gembira, sambil menggerakkan kedua tangannya layaknya di atas panggung megah, bapaknya di belakang, mengemudi sambil menyemburkan asap rokok . Anggota Bike to Work ngos-ngosan menyeka keringat, menghilangkan dehidrasi, meminum air dari termosnya yang mahal. Pengemudi ojek online sesekali memeriksa ponsel pintarnya, mencari penumpang. Pengantar kerupuk duduk di depan bawaannya yang besar menggunung, memenuhi seluruh pandangan di kaca spion, wajahnya layu melempem, semoga kerupuknya tidak.

Kisah ini akan selalu berakhir dengan pandangan tembok yang kaku atau wajah penjaga kantor yang memandu parkir. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s