Perseteruan Dua Manchester yang Akan Memanas

on

Kabar selesainya deal dan negoisasi Manchester United dengan Jose Mourinho sudah mulai memanaskan suhu persaingan di kota Manchester. Kemungkinan, beberapa hari ke depan akan segera diumumkan ke publik. Persaingan duo Manchester akan semakin menarik mulai musim ini, karena dua alasan, pertama secara klub performa Manchester City sudah semakin baik (dalam hal pengelolaan bisnis dan strategi pengembangan) dan kiprahnya di Eropa sudah di jalur yang tepat. Kedua adalah kehadiran pelatih baru di dua klub, Pep Guardiola dan Jose Mourinho akan meneruskan panasnya perseteruan El Clasico di tahun 2011-an. Saat itu banyak yang berpendapat bahwa perekrutan Mourinho sebagai pelatih Real adalah disengaja untuk memberikan tekanan untuk Barcelona dan Pep (Mourinho direkrut tahun 2010). 

Padahal, pertemuan keduanya dimulai sebagai kapten dan asisten pelatih di klub yang sama yaitu Barcelona. Tahun 2008 adalah tahun yang mengecewakan untuk Mou, Presiden Joan Laporta lebih memilih Pep sebagai pelatih, padahal dia sangat menginginkan posisi tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi, di tahun berikutnya Barcelona memenangkan treble kemudian menjuarai liga di tahun 2010. Tentu akan sangat berbeda kalau saat itu Pep gagal meramu tim sebagai juara dan yang terbaik.

Setelah itu, persaingan mereka menjadi sangat personal, di mana pun mereka melatih dan bertemu di berbagai kompetisi, aroma panas persaingan akan terasa. Terlebih lagi dibumbui mulut pedas Jose.

Tahun ini, setelah Manchester City mengumumkan jauh-jauh hari bahwa Pep akan menjadi pelatih anyar menggantikan Manuel Pellegrini, United sadar akan perlunya sosok yang bisa mengimbanginya. Beberapa pelatih digadang-gadang akan dijadikan manager di Old Trafford, tapi pilihan yang paling bijak memang memilih Mou.

Mou dalam posisi lebih diuntungkan karena sudah hapal betul luar dalam kompetisi ini, dan diperkirakan akan membentuk era baru yang kuat dan ekspektasinya bisa mengimbangi kekuatan jaman Sir Alex. Sedangkan Pep harus beradaptasi terlebih dahulu dengan pola kultur dan “rasa” kompetisi yang banyak dibilang paling kompetitif di dunia. Fans City sendiri terbagi dua, pertama yang memberikan ekspektasi besar untuk City semakin mantap di Liga Inggris dan Champions Eropa secara cepat, dan yang kedua, berharap memberikan kesempatan untuk pemain muda berkembang dan santai mengejar gelar. Tapi, dengan isu perombakan skuad, hampir bisa dipastikan City tetap akan berusaha menjadi team terbaik dan Pep diberikan target yang tinggi.

Tidak banyak kota yang punya dua klub besar dan aroma derby yang panas. Sempat kita dipertunjukkan dengan kerasnya persaingan AC Milan dan Inter Milan, sekarang Madrid mulai memanas dengan rivalitas Real dan Atletico, London punya Arsenal dan Totenham Hotspur kemudian lazio dan Roma di kota Roma. Tapi, tentu klub sekota yang membawa nama kota menjadi terasa lebih greget, dan sekarang waktunya Manchester memanas.

Tujuh tahun lalu, tidak akan ada yang menyangka persaingan di Manchester akan menjadi ketat dan panas. Waktu itu, satu-satunya fokus United adalah Liverpool. Perseteruan mereka adalah persaingan antar juara, perlombaan mengisi rak trophy. Saking tidak percayanya, tahun 2009 Sir Alex pernah pernah diwawancara jurnalis dan ditanya apakah City bisa menyaingi United, jawabannya “dalam mimpi”.  Sebelum pengambilalihan City oleh Abu Dhabi Group, persaingan di kota Manchester bagaikan David & Goliath, sebuah klub raksasa Internasional mendunia melawan klub lokal kecil. Para fans City di kota tersebut sangat imferior, beberapa mengaku malu dan takut memakai jersey biru muda saat hangout, takut dibully. Tapi, kehidupan fans kedua klub tersebut sangat dekat, kadang dalam sebuah keluarga diisi oleh kutub berbeda. Bisa jadi kakek, paman, adik dan pacar meneriakkan “Glory … Glory Man United!” sedangkan nenek, adik dan pasangan meneriakan “City till I die!”. Hubungan baik pertemanan di sekolah kadang harus berhenti sementara saat kedua tim tidak seimbang ini bertarung. Supporter City yang setia, saking setia-nya dalam keterpurukan dan rasa rendah diri akibat minder, punya slogan “better dead than red”, mereka adalah fans yang sudah sangat terbiasa dengan kekalahan, minim prestasi dan kondisi tim kesayangan yang seperti roller coaster, kadang naik – kadang turun, sehingga muncul juga jargon “typical City” yang masih dipakai sampai sekarang, saat tim yang impresif kemudian mengecewakan di laga selanjutnya. Untuk memperjelas seperti apa kondisi klub dan fans saat itu, saya mengambil perumpaan yang mudah (walau levelnya berbeda), yaitu seperti Persija vs Persijatim atau Persib vs Bandung Raya, persaingan tidak seimbang antara klub mapan dan klub “perjuangan” di satu kota. 

Tapi sepak bola memang selalu dinamis, tidak ada yang rigid, mungkin tahun awal 90-an, fans Liverpool tidak akan menyangka sebuah klub dari kota pelabuhan, Manchester akan berkembang dan menjadi pesaing terberat mereka. 

Kondisi sekarang di Manchester, fans mulai berimbang dan tidak ada lagi rasa minder di diri para pengguna jersey biru muda. Bahkan akademi sepak bola kedua tim mulai bersaing dengan panas, dulu, setiap anak akan disekolahkan di Carrington merah dibanding Carrington biru muda. Sekarang, City punya akademi sepak bola terbesar di Inggris di jantung kota Manchester. Beberapa berita mengemukakan bagaimana manajemen United sudah mulai gerah dan waspada dengan perkembangan akademi bola tetangga. Bahkan beberapa pemain United malah menyekolahkan anak-anak mereka di akademi rivalnya.

Awal kompetisi 2016-2017 perhatian pada duo Manchester sudah mulai terlihat, dari bagaimana strategi rekrutmen pemain, persaingan dua striker muda potensial: Rashford vs Iheanacho yang ditunggu, dan sepak terjang kedua pelatih. Mulai tahun ini derby Manchester tidak lagi akan menjadi sama. Dan bandar-bandar judi bola berteriak gembira, popularitas Liga ini akan semakin terangkat. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s