Jurnal Pagi Jakartans: 11 Juli 2016

Hari ini Senin pertama masuk kantor setelah cuti bersama liburan Idul Fitri 2016. Jakarta masih belum menunjukkan wajah sebenarnya, masih terlalu manis & ramah. Anak-anak sekolah masih menikmati libur panjang, sementara beberapa kantor baru masuk hari Rabu dan beberapa extend cuti sampai minggu depan. Jalanan masih lengang, ini situasi yang harus dinikmati.

Tadi pagi seorang perempuan mengendarai motor Kawasaki Ninja warna merah meraung-raung meminta jalan pada mobil supaya agak minggir dan pergi menjauh dengan kecepatan cukup tinggi. Helm warna merahnya tidak sanggup menutupi rambut panjang terurai di punggung, rambut juga yang dicat hi-lite warna merah. Mungkin saat-saat jalanan Jakarta macet seperti biasa dia enggan mengendarainya.

Ojek online belum terlalu banyak berseliweran, tapi ada satu yang menarik perhatian, seorang pengguna ojek adalah seorang perempuan berseragam, atasan warna putih lengan panjang, bawahan rok panjang biru tua, seharusnya sih panjang, tapi karena duduk di belakang mengangkang jadinya harus ditarik sampai paha yang “terpaksa” terekspos ke mana-mana. Padahal di balik helm saya bisa melihat dia memakai hijab warna biru tua juga. Kemungkinan dia pegawai yang terlambat berangkat dan memutuskan memakai ojek online daripada kesiangan, tanpa siap dengan celana panjang dalaman rok-nya atau legging.

Satu hal yang saya suka dari pengguna kendaraan di Jakarta adalah, mereka cukup tahu diri kalau berjalan lambat, harus di lajur paling kiri, lajur kanan adalah untuk kendaraan lebih cepat. Berbeda dengan pengemudi di kota kelahiran saya Bandung, saat mudik kemarin beberapa kali berhadapan dengan pengemudi yang berjalan sangat lambat di lajur kanan. Hal berikutnya, pengemudi di Jakarta tahu kapan harus tertib di perempatan atau dipersimpangan, karena satu perbuatan acuh tak acuh bisa mengakibatkan persimpangan tersebut terkunci (semua kendaraan berhenti). Di Bandung, rasanya pengendara belum sampai ke tahap itu, beberapa titik terkunci karena keegoisan pengemudi.

Warung-warung dan beberapa usaha jasa lain seperti cuci steam motor & mobil masih tutup, mungkin para karyawannya masih nyangkut di Brexit, atau memang nyangkut di kampung menunggu sampai jalanan jalur mudik&balik kembali normal.

Pagi ini perjalanan lebih cepat setengahnya dibanding biasanya, nanti saat moda transportasi umum sudah memadai dan jadi primadona para pekerja, mungkin pemandangan jalan seperti ini akan menjadi biasa dan tidak istimewa lagi. Mudah-mudahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s