Dunia Tipuan

Belakangan ini agak ramai soal perdebatan tentang teori bumi datar yang kembali diangkat oleh entah siapa, dan menjadi lebih menyeruak semenjak dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Menghindari perdebatan soal ayat-ayat tersebut (yang saya yakin diambil serampangan), pembahasan ini seperti sebuah kemunduran yang jauuuh sekali. Kepercayaan soal bumi datar ini berumur sangat tua, berasal dari kebudayaan-kebudayaan sebelum masehi. Yang jelas ini membuktikan bahwa betapa sedikit pengetahuan manusia mengenai alam semesta, banyak enggak tahunya dibanding tahunya. Kebanyakan makan tahu bulat mungkin bikin pengetahuan kita jadi datar.

Bagaimana kalau bumi bulat?, bagaimana kalau ternyata bumi datar?, bagaimana kalau ternyata matahari mengorbit bumi?, bagaimana kalau ternyata surga itu tidak ada? bagaimana kalau ada? dan sejuta pertanyaan bagaimana lainnya yang setiap orang punya.

Nah untuk menambah kerumitan itu, sekalian saja saya mau nanya, bagaimana kalau ternyata hidup di dunia ini enggak nyata?. Ada berbagai teori yang menyebutkan hal ini, bagaimana ternyata dunia adalah sebuah ilusi yang dibentuk oleh seonggok benda bernama otak. Semua alam semesta ada dalam otak!. Dan saya percaya :). Untuk tahu soal ini, silahkan cari teori dunia tipuan di mbah Google, ada banyak teori ilmiahnya.

Ketika film trilogi Matrix dan film Avatar dibuat oleh Holywood dan menjadi tontonan jutaan manusia di bumi, seketika saya sadar bahwa konsep dasar dari film itu saya sangat sepakat. Bahkan film Matrix sempat menjadi bahan penelitian ilmiah dari berbagai cabang ilmu pengetahuan.

Konsep kedua film itu secara singkat adalah sebuah dunia dimana manusia menjadi diri orang lain dengan kemampuan fisik yang berbeda tapi dikendalikan melalui pikiran orang lain di dunia yang lain.

Dunia ini, yang kita sebut dunia nyata adalah ternyata tidak nyata dan badan yang kita “tumpangi” adalah avatar dari diri kita sebenarnya di alam lain. Bentuk fisiologi avatar kita dibuat dengan kebutuhan untuk hidup di alam “Matrix” tersebut, dua kaki, dua tangan, dua telinga, satu kepala dan lain sebagainya.

Dulu jaman kecil, ketika Pak Ustadz bilang bahwa dunia ini hanya sementara dan main-main, sempat sulit dipahami. Dan ternyata banyak sekali ayat dalam Kitab kepercayaan saya yang menyatakan soal demikian. Kehidupan sebenarnya adalah di alam ghaib, sebuah alam yang “nyata” dan sebenarnya. Dan bolehlah kita yang sebenarnya itu, yang hidup di alam sebenarnya, kita sebut sebagai “jiwa”

Ketika teman saya bilang bahwa kita tidak sadar sedang delusional, saya sangat setuju 1000%. Memang sejak lahir kita dibuat delusional dengan sebuah sistem yang menguburkan kenyataan, oleh karena itu manusia diminta belajar dan terus belajar untuk tahu dirinya.

Dan pada jaman hyperealism sekarang, dimana orang sulit membedakan kenyataan dan ilusi, ini seperti sebuah hiperealitas yang bertingkat, sebuah inception. Kita bisa menuduh seseorang berilusi dalam dunia ilusi yang disangka nyata, padahal mungkin dia malah tidak berilusi.

Otak adalah penghubung avatar kita dengan jiwa, dia yang mengatur semua kinerja avatar. Secara prinsip hanya ada dua proses yang terjadi di tubuh kita, yaitu proses kimia dan proses fisika, dan raja dari semua itu adalah otak. Dua proses itu saling mendukung satu sama lain. Proses kimia akan menerjemahkan apa yang kita sebut “perasaan” ke sebuah proses fisika yang menghasilkan gerakan. Jadi bisa dibilang lagu Sakitnya tuh di Sini (sambil nunjuk dada) adalah sama sekali delusi :D. Karena yang mengatur perasaan pada hakikatnya juga adalah otak. Perasaan, yang kita pikir adalah di jantung atau hati (lever?) adalah bentuk delusi yang  kita pikir nyata, padahal tidak.

Dunia tipuan ini tidak abadi, tapi karena penciptanya adalah Yang Maha Kuasa, maka semua yang tidak abadi ini pun direncanakan dengan sangat detail luar biasa, mengelabui otak untuk berfikir “ini benar-benar nyata!”. Bagaimana dengan dunia satu lagi yang benar-benar nyata?, karena kita lahir dan terbiasa berfikir dalam dunia tipuan, maka mustahil otak bisa berfikir dalam perspektif berbeda. Kita akan dibatasi dengan kemampuan sempit avatar kita sendiri.

Jadi mungkin saja ketika sekarang avatar saya berjauhan dengan Presiden Barrack Obama, di dunia “nyata” di alam ghaib saya sedang minum kopi berdampingan dengannya :D.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s