Apa Sih Enaknya Jadi Fans Manchester City?

on

Kalau pertanyaan di judul tersebut dilontarkan saat ini (saat City memimpin klasemen English Premier League dan terpaut 18 poin dari Liverpool di urutan ke dua), tentu jawabannya: “Wuenak buangettt !”.  Dan kalau anda datang dari Jawa Timur, bolehlah ditambahkan kata “Cuk”. Karena memang begitu adanya, City dengan superior bertengger di puncak tanpa tekanan berarti dari klub manapun.

Buat kita, suporter yang jauh dari kota Manchester, tentu tidak punya hubungan emosional sebesar mereka para Manchunian pendukung City. Bayangkan, mereka para pendukung setia City yang “berdarah-darah” mendukung klub kesayangan dalam masa sulit yang teramat sulit. Sebelum jaman pembaruan era Thaksin (Shinawatra), City cenderung berada di papan bawah, bahkan sebelumnya berada di divisi yang lebih rendah. Para pendukung sudah terbiasa menjadi imferior di kota-nya, terbiasa minder dan di-bully oleh para pendukung klub tetangga. Bahkan di kasus tertentu, pecinta bola ber-jersey biru langit akan diusir dari pub oleh sesorang ber-jersey merah. Minder dan minder mereka lalui bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Kalau itu masih kurang menyiksa, coba bayangkan kalau bully-an itu hadir dari keluarga atau teman dekat. Karena memang demikian, mereka para Manchunian terbelah antara biru langit dan merah dalam hubungan sangat dekat. Kadang suami-istri berbeda warna, orang tua dan anak, adik dan kakak, pacar dan selingkuhannya.

Manchester merah “lebih dahulu” berubah menjadi sebuah klub berkelas internasional, meninggalkan saudara biru muda-nya tetap tradisional, konvensional dan ketinggalan jaman.

Setelah semuanya berubah drastis, kita pun yang tinggal di negeri nun jauh bisa kenal, mencintai bahkan merasakan emosi yang hadir dalam setiap pertandingan klub ini. Terhanyut setiap operan kaki ke kaki, pergerakan tanpa bola dan menarik nafas panjang ketika lawan menyerang. Kita tergila-gila dengan taktik jenius Pep, terpesona operan ajaib KDB, terhenyak pergerakan Silva (David dan Bernardo), tersenyum dengan melihat pergerakan Fernandinho, terbuai gerakan lincah Sane dan Sterling dan tentu kuatnya tembok pertahanan para pemain bertahan serta sang penjaga gawang Ederson yang pandai memainkan bola dengan kaki. Bahkan kita cinta Benjamin “Shark” Mendy yang sudah cukup lama menepi karena cedera.

Banyak yang bilang, fans City di seluruh dunia hanya tinggal “memetik” buahnya saja, buah dari perjuangan keras para pendukung tradisional di kota Manchester yang terus menerus mendukung klub kesayangan dalam masa sulit. Sebutan-sebutan fans plastik, pencari kemenangan (Glory Hunter), fans minyak (karena boss kami adalah juragan minyak) bertubi-tubi kita terima. Apakah ini mudah?, bisa jadi sulit, bisa jadi mudah. Sebagian orang mungkin menganggapnya terlalu serius, sebagian acuh-acuh saja. Tapi yang pasti, semuanya punya hak yang sama: Menikmati kejayaan!. Memang terasa sangat nikmat berada di situasi yang mungkin tidak pernah terbersit, bahkan oleh para fans “baru” sekalipun.

20140327_110809_nonton-bareng-manchester-city-supporter-club-indonesia
Pendukung Manchester City dari MCFC Indonesia

Ada yang bilang, berada di puncak itu dingin, tapi anginnya kencang menggocang, siap-siap menumbangkan. Tapi anehnya ini tidak!. Di puncak sungguh sejuk, anginnya sepoi-sepoi menyentuh kulit. Sedikit demi sedikit dengan pasti kami akan sampai ke momen itu, saat yang banyak dinantikan puluhan juta penikmat sepak bola : euforia kemenangan. Kami pernah menikmatinya tahun 2012 dengan akhir yang sangat dramatis, menguras emosi sampai ke titik terendah. Tahun 2014 kami menikmatinya lagi dengan perjuangan yang walau tidak sedramatis dua tahun sebelumnya, tapi cukup bikin hati jantungan. Dan diperkirakan tahun ini, kami akan menikmatinya dengan tenang tanpa gangguan. “Ah sungguh enak”.

 

sumber foto: Tribun News

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s