Jurnal Pagi Jakartans: 10 Januari 2017

Pagi yang basah, bukan karena air mata, tapi air hujan yang mengguyur deras. Tapi akan berubah menjadi air mata kala beberapa anak sekolah datang terlalu siang akibat kemacetan. Bisa jadi juga jadi air mata ketika mereka terpaksa memakai seragam basah.  Hujan sesungguhnya adalah rejeki dari Tuhan. Dengannya, air tanah tercukupi, tumbuhan tersenyum gembira dan dengannya…

Jurnal Pagi Jakartans: 11 Juli 2016

Hari ini Senin pertama masuk kantor setelah cuti bersama liburan Idul Fitri 2016.¬†Jakarta masih belum menunjukkan wajah sebenarnya, masih terlalu manis & ramah. Anak-anak sekolah masih menikmati libur panjang, sementara beberapa kantor baru masuk hari Rabu dan beberapa extend cuti sampai minggu depan. Jalanan masih lengang, ini situasi yang harus dinikmati. Tadi pagi seorang perempuan…

Jurnal Pagi Jakartans: 24 Mei 2016

Lampu-lampu jalan masih belum dimatikan, memancarkan pendar jingga tertelan sinar surya yang baru muncul. Pagi ini lebih lenggang dari kemarin, mungkin karena kemarin adalah hari pertama masuk sekolah dasar, karena seminggu sebelumnya mereka rehat. Motor-motor berkelebat cepat, berpacu lawan waktu, sedang para pengemudi roda empat hanya bisa pasrah, sambil sesekali mencuri kesempatan mendahului. Ketika pemotor…

Jurnal Pagi Jakartans: 29 April 2016

Ketika baru saja sampai di tempat parkir sekolah anak dan mau mulai sarapan pagi, kegaduhan terdengar dari bagian belakang mobil. Sebuah mobil angkutan elf (berplat hitam) disetop oleh seorang petugas Dishub bermotor trail, dan dipaksa parkir persis di sebelah mobil saya. Seketika tanpa sopan santun, petugas dan sopir beradu mulut dengan cukup keras, berdebat soal…

Jurnal Pagi Jakartans: 11 April 2016

Lukisan Yang Maha Kuasa, pagi ini, itulah yang jadi perhatian utama, dan kuas dari lukisan itu cukup hanya satu, yaitu cahaya matahari. Warna keemasan sinarnya memperjelas bentuk-bentuk benda apapun yang dihinggapi, diperkuat bayangan-bayangan dan area gelap di baliknya. Saya lihat awan begitu memukau, bertumpuk-tumpuk, yang menghadap ke arah timur memantulkan warna kuning cahaya matahari, sedangkan…

Jurnal Pagi Jakartans: 30 Maret 2016

Pagi tadi yang cukup mendung dan berangin jadi dingin saat lihat para tukang cuci mobil 24 jam yang sudah (atau masih) sibuk bekerja, baju dan sepatunya basah. Yakin kulit ujung-ujung jarinya mengkerut, seperti anak kecil yang kelamaan main air. Jamur & kutu air mengincar di sekeliling. Sementara mobil-mobil kinclong itu nanti siang akan kembali kotor…

Jurnal Pagi Jakartans: 17 Maret 2016

Meski sudah merasa pagi betul keluar rumah untuk berangkat kerja (sambil nganter anak sekolah), banyak juga profesi yang menuntut orang memulai aktivitas jauh lebih pagi. Pengantar koran – yang mungkin sebentar lagi akan punah – sudah pasti harus bangun lebih awal buat ambil barang sebelum disebar. Tukang sayur, yang selalu dikelilingi para wanita, sudah pasti…

Jurnal Pagi Jakartans: 15 Maret 2016

Setiap perjalanan pagi adalah sebuah pengalaman melalui perubahan dalam banyak aspek, bisa dari geografis, perilaku, karakter dan lainnya. Saya yang jalan dari Depok, mengalami sebuah transformasi yang cukup ekstrim. Dimulai dari pengendara motor yang berani jalan tanpa kelengkapan standar, seperti helm, jaket & sepatu, semakin mengarah ke pusat Jakarta mereka semakin tertib dalam hal kelengkapan,…

Jurnal Pagi Jakartans: 14 Maret 2016

Senin pagi yang cerah ini dimulai dengan kesibukan memburu nyamuk dalam kabin, hal yang kadang bahkan bisa masuk kategori berbahaya, karena mengganggu konsentrasi mengemudi, untunglah si sulung yang setiap hari diantar ke sekolah sigap siaga menepuk-nepuk sang nyamuk dengan kedua telapak tangannya. Binatang memang selalu jadi bagian pagi kita, kucing salah satunya, hewan satu ini…

Jurnal Pagi Jakartans: 10 Maret 2016

Pagi ini cuaca sangat cerah, matahari sudah keluar lebih pagi, bahkan saat karyawan Indomaret baru membuka folding gate tokonya. Saking cerahnya, tadi sempat melihat seorang lelaki berjemur, berjongkok di atas bangku-persis ayam, di depan sebuah toko yang menghadap Timur, rambutnya masih basah, entah sisa mandi atau cuma cuci muka.

Jurnal Pagi Jakartans: 8 Maret 2016

Dua jam perjalanan pagi setiap hari rasanya cukup sayang untuk tidak diceritakan, banyak hal-hal menarik di luar hal rutin dan biasa, kelakuan para Jakartans di jalanan. Diantara wajah-wajah ngantuk anak sekolah yang kadang tertidur-mulut menganga, menyender di punggung Bapak atau sopir ojeknya.