Lima Sekantor: Bagian 4

Juni 2015 Beban berat, itulah yang gue rasa sekarang, seperti bendungan yang udah gak sanggup lagi nampung air sungai. Sudah beberapa hari belakangan Tika curhat masalah pribadinya yang berat, super berat malah. Gue yang jadi keranjang sampah diminta dengan sangat enggak cerita ke siapa pun, termasuk Mita, Efa dan Bimo. Masalah ini ternyata berawal dari…

Lima Sekantor: Bagian 3

Mei 2015 Sudah tiga jam perjalanan dalam bis ini menuju Tanjung Lesung di Ujung Kulon, dan masih ada sekitar 3-4 jam lagi. Hampir semua orang ketiduran, cuma beberapa saja yang bisa gue denger ngobrol di deretan belakang. Wajar juga kami kecapekan, kita harus kumpul di kantor jam 6 pagi, berarti udah harus jalan dari rumah…

Lima Sekantor: Bagian 2

  Februari 2015 Sudah hampir dua minggu ini aku disibukkan dengan kerjaan, bahkan dua hari ini pun harus lembur padahal ini Minggu. Yang bikin sedih, hari ini adalah syukuran pindahan Efa ke rumah barunya di Jati Asih, dari sejak pernikahan mereka, aku udah janji mau bantuin kalau mereka menempati rumah baru. Dari hari Sabtu kemarin Andri, Bimo, Tika…

Lima Sekantor: Bagian 1

Lima Sekantor: Prakata Januari 2015 “Hey Cin, udah liat timeline fesbuk si Efa belom?” Tika setengah berteriak antusias saat masuk cafe, setengah pengunjung tertarik perhatiannya, tapi beberapa detik kemudian kembali normal setelah tahu siapa yang datang. “Heh berisik!” celetukan dari meja ujung. Tika merespon “iih kalo mau sepi sono ke rumah sakit!”, serentak ruangan cafe…

Lima Sekantor: Prakata

Sudah lama sekali saya punya keinginan menulis cerita baik berupa cerpen atau novel dalam bentuk buku, tapi sepertinya tidak punya cukup niat dan konsistensi untuk mewujudkannya. Awal tahun 2015, saya mulai mecoba menuliskan sebuah ide cerita yang tiba-tiba muncul di kepala. Secara menggebu-gebu mulailah cerita tersebut disusun dalam beberapa bulan awal, saya menulisnya di waktu-waktu…