Kerabat Pagi

Meski hari dibelah jadi rata antara setengah gelap dan setengah terang, hidup kita sering sekali enggak mengalaminya secara rata. Itu karena secara alami manusia membagi hidupnya selama 24 jam sehari ke dalam tiga bagian. Sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk istirahat dan sepertiga untuk aktivitas lain. Dan kebiasaan serta profesi menjadikan pembagiannya jadi berbeda-beda. Hansip (almarhum)…

Jurnal Pagi Jakartans: 17 Maret 2016

Meski sudah merasa pagi betul keluar rumah untuk berangkat kerja (sambil nganter anak sekolah), banyak juga profesi yang menuntut orang memulai aktivitas jauh lebih pagi. Pengantar koran – yang mungkin sebentar lagi akan punah – sudah pasti harus bangun lebih awal buat ambil barang sebelum disebar. Tukang sayur, yang selalu dikelilingi para wanita, sudah pasti…

Jurnal Pagi Jakartans: 15 Maret 2016

Setiap perjalanan pagi adalah sebuah pengalaman melalui perubahan dalam banyak aspek, bisa dari geografis, perilaku, karakter dan lainnya. Saya yang jalan dari Depok, mengalami sebuah transformasi yang cukup ekstrim. Dimulai dari pengendara motor yang berani jalan tanpa kelengkapan standar, seperti helm, jaket & sepatu, semakin mengarah ke pusat Jakarta mereka semakin tertib dalam hal kelengkapan,…

Jurnal Pagi Jakartans: 14 Maret 2016

Senin pagi yang cerah ini dimulai dengan kesibukan memburu nyamuk dalam kabin, hal yang kadang bahkan bisa masuk kategori berbahaya, karena mengganggu konsentrasi mengemudi, untunglah si sulung yang setiap hari diantar ke sekolah sigap siaga menepuk-nepuk sang nyamuk dengan kedua telapak tangannya. Binatang memang selalu jadi bagian pagi kita, kucing salah satunya, hewan satu ini…

Jurnal Pagi Jakartans: 10 Maret 2016

Pagi ini cuaca sangat cerah, matahari sudah keluar lebih pagi, bahkan saat karyawan Indomaret baru membuka folding gate tokonya. Saking cerahnya, tadi sempat melihat seorang lelaki berjemur, berjongkok di atas bangku-persis ayam, di depan sebuah toko yang menghadap Timur, rambutnya masih basah, entah sisa mandi atau cuma cuci muka.

Jurnal Pagi Jakartans: 8 Maret 2016

Dua jam perjalanan pagi setiap hari rasanya cukup sayang untuk tidak diceritakan, banyak hal-hal menarik di luar hal rutin dan biasa, kelakuan para Jakartans di jalanan. Diantara wajah-wajah ngantuk anak sekolah yang kadang tertidur-mulut menganga, menyender di punggung Bapak atau sopir ojeknya. 

Menghargai Pekerjaan

Hal lain yang menyenangkan dari sebuah pekerjaan adalah bertemu dengan banyak orang yang membuat kita bertambah ilmu. Kadang kita selalu berfikir sempit dengan hanya menyangka bekerja itu cuma demi uang, walau memang itu tujuan paling utama. Ilmu yang didapat selama bekerja tidak bisa diukur dengan nilai uang.

Hujannya Pakai Formalin

Sekitar 9 jam sampai tulisan ini dibuat, hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak tadi malam, bikin suhu agak-agak dingin semriwing, sampai saya harus mematikan AC di ruangan kantor ini. Sebenarnya saya suka hujan, dan tidak lupa kalau hujan itu anugerah. Tapi pagi ini suasananya jadi agak mellow.

Acara Wisata Kuliner yang Tak Ingin Kami Lihat

Weekend pagi, salah satu tontonan di TV yang saya dan istri suka yaitu wisata kuliner, melihat beragam makanan di layar kaca saja cukup bikin perut kenyang, meski mulut lapar. Sajian apa saja, yang tradisional, nasional sampai internasional nampak sensasional, syukur-syukur jadi inspirasional dan nantinya nyonya jadi semangat buat masak dan enak secara kondisional. 

Salah Desain pada Sistem Lalu Lintas di Jakarta?

Setiap hari perjalanan ke kantor dari Pondok Cabe ke Cipete selalu bertemu titik-titik kemacetan, satu hal yang biasa. Ada titik yang memang disebabkan perempatan tanpa lampu merah (lampu pengatur lalin), ada karena putaran (U-turn) ada karena perilaku egois manusia-nya. Tapi di sebuah lajur jalan di mana ada jalan tol paralel dengan jalan non-tol, saya merasa…

Sudah Tahu

Baiklah, hari ini adalah hari pertama weekend panjang dan hari libur nasional Menjelang Natal dan kebetulan adalah juga hari peringatan Maulid Nabi. Dan bisa ditebak, jalanan menuju kawasan tertentu sangat padat. Dari Ibu Kota menuju Bandung terpantau sangat padat, begitu pula menuju Kota Bogor.

The Force Awakens, Kisah Dramatis Keluarga Tiga Huruf

SPOILER ALERT Akhirnya hari kemarin nonton juga ini film -sambil kerja-, nonton sambil kerja, enak kan? :D. Buat saya kesimpulannya secara keseluruhan memuaskan, dari teknologi, editing, sinematografi, casting, setting, scoring dll, tidak percuma menunggu panjang 2 tahun ini. Kalau ada sedikiiiiiiit saja komplen dari soal plot cerita, tapi masih bisa diabaikan lah dan mudah-mudahan di…