Yang Netral Tersisihkan

Masa-masa sulit buat orang-orang netral dan tidak berpihak yang mencoba untuk bisa objektif melihat masalah. Sekarang yang sedang trend adalah keberpihakan dan cap memihak. Semuanya jadi hitam-putih, benar-salah, pintar-bodoh. Kala mengkritik si hitam, otomatis kita jadi putih, ketika memuji si bodoh, kita jadi anti pintar. Ada yang salah dengan semuanya. Yang jelas menjadi netral sangat tidak…

Hidup di Era Drama

“Kita hidup dalam era drama” seorang kolega dengan mantap berteori. Sama sekali tidak salah, karena memang demikian. Sudah dua tahun kebelakang, teman-teman saling melukai hati di sosial media, termasuk saya sendiri, terutama ketika Pilpress berproses. Saya yang biasanya golput dan acuh pada politik, saat itu harus menunjukkan sikap, memihak salah satu. Sekarang, dinding-dinding sosmed kembali memanas,…

Kemana Perginya Menghargai Pendapat?

Sadar enggak sadar, sekarang penghakiman masal pada seseorang karena sebuah perbedaan pendapat sudah jadi hal biasa. Kadang, penghakiman itu diwujudkan dalam sebuah bully  yang sadis dan menjelma jadi pembunuhan karakter. Ketika anda berlawanan arus dengan gelombang mainstream, seketika menjadi pesakitan, dinilai bodoh, tak berotak, tak bermoral dan tidak punya empati. Kebenaran dibentuk dengan pendapat kebanyakan,…

Engkong Sobari Soal Jelekin Presiden Masa Lalu

Kali ini, kami berkesempatan mewawancarai Engkong Sobari yang sedang agak santai berteduh di dekat gerobak buah-nya. Assalamualaikum Kong Bari… Waalaikumsalam warohmatullohi wabarakatuh, eh elu tong, sini ngadem! Iya Kong makasih, panas banget ya cuaca. Iya, gue sampe keringetan dari tadi, padahal ngadem di bawah pohon sini. kabarnya sih akibat badai equinox, jadi suhu meningkat. Bisa…

Bubarkan Saja YLKI Kalau Pengkritik Harus Punya Prestasi Lebih

Belakangan, ketika banyak pengkritik (atau peng-komplain) terhadap pemerintah atau instansi tertentu selalu dimentahkan dengan kalimat: “Memang prestasi kamu apa?, apa yang sudah kamu perbuat?”, membuat saya berfikir ada yang salah dengan logika ini. Kalau kita konsisten mengikuti logika ini, jadinya hanya mantan Presiden yang berhak mengkritik Presiden, hanya mantan anggota DPR yang berhak mengkritik DPR,…

Menunggu Papa Minta Maaf

Kasus “Papa Minta Saham” yang semakin hari semakin heboh diduga tidak akan cepat berakhir gaungnya. Sidang MKD jadi drama tontonan dengan sharing rating tinggi, dimana pengiklan berlomba mengambil perjudian. Dibukanya rekaman pembicaraan ke publik, menambah keterkejutan masyarakat akan sepak terjang petinggi negara ini, mata kita terbuka lebar, terbelalak sejadi-jadinya.