Nota Muthia: Di Haribaan Karibia (Bag. 1)

HARI KEDUA Angin sejuk menerpa wajah, yang bila saja bercermin pastilah bahagia, sebuah kebahagiaan yang mustahil digambarkan. Tepat di depanku terhampar luas samudera Atlantik yang tenang, sedang matahari mulai melayang meninggalkan cakrawala yang kesepian jauh di sana, memantulkan cahaya emas di riak ombak biru pekat. Sepertinya awan tak kuasa mengganggu kebahagiaanku pagi ini, mereka berarak…